Senator Aceh Harap Bisnis Batu Mulia Ditata Rapi Agar Lebih Menguntungkan

Sudirman

Lhokseumawe, 22/2 (Atjeh Bisnis)- Anggota DPD RI asal Aceh Sudirman, sangat mengharapkan kepada pemerintah daerah untuk menata pasar batu mulia didaerah. Pasalnya, pertumbuhan pasar batu mulia saat sekarang masih dikelola secara sederhana dan belum sepenuhnya tertata dengan baik.

Tambahnya, pertumbuhan trend batu mulia dengan berbagai jenis, mulai dari jenis batuan giok hingga bebatuan lainnya meningkat tajam. Hampir semua tempat di Aceh, ada transaksi batu mulia meskipun dibeberapa daerah masih dalam skala kecil.

Melihat fenomena trend dan kaitannya dengan pasar. Maka sudah seharusnya hal tersebut ditangani secara baik dan teratur serta tertib. Dalam hal itu, pemerintah daerah memiliki peran besar terhadap pengembangan usaha batu mulia tersebut.

Karena sebagaimana diketahui, lanjut Sudirman lagi, sejak tumbuh dan berkembang pesatnya trend pasar terhadap batu mulia dan sejenisnya tersebut. Banyak masyarakat yang mendapat lapangan pekerjaan baru. Mulai dari pencari batu, pembelah, pengasah hingga penjual.

Oleh karena itu, sudah seharusnya pemerintah daerah menyediakan tempat khusus dan menjadikan sebuah pasar khusus batu pula agar lebih terkosentrasi. Karena selama ini, banyak lahir pasar-pasar batu secara dadakan secara sendirinya. Seperti dipinggir jalan dan ditempat fasilitas umum lainnya.

“Ada titik-titik konsentrasi transaksi batu tersebut, sehingga terkesan lebih elegan dan tidak menyebabkan kemacetan lalulintas apabila dilakukan dijalan atau ditrotoar,” ujar pemeran H.Uma dalam film komedi Aceh “Eumpang Breuh”tersebut.

Disebutkan olehnya, jika ada pasar khusus batu mulia, maka dengan sendirinya akan mendongkrak nilai dan harga batu itu sendiri. Bahkan, pembeli dari luarpun dengan mudah dapat menemukan batu pilihannya.

Selain dari itu, dirinya juga mengharapkan, agar para pengrajin batu mulia dilatih tentang pola atau bentuk berbagai perhiasan yang berasal dari batu. Sehingga dengan sendirinya, usaha batu mulia akan terus hidup dan berkembang serta menjadi sektor pendapatan ekonomi masyarakat, pungkas Sudirman. (Muchlis)


Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar