Metrotvnews.com | Jakarta - Rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terkait kebijakan tidak membolehkan siswa Sekolah Dasar tinggal kelas dinilai akan menyulitkan anak untuk berkembang.
Kebijakan itu dinilai menimbulkan ketidakseimbangan antara anak berprestasi dengan anak yang kurang berprestasi.
"Mau anak itu bandel, nakal, enggak akan jadi masalah, pasti naik, Kasihan anak yang berprestasi," ucap Maesaroh, salah seorang wali murid di SDN 015 Grogol Selatan, Jakarta Selatan, Selasa (3/12).
Menurut dia, kebijakan itu akan membuat anak semakin kesulitan menangkap pelajaran. Hal ini tentu saja membuat tugas orangtua dan guru menjadi semakin sulit.
"Gimana mau bisa, yang pertama aja gagal, ini sudah harus menangkap pelajaran yang lebih sulit," ujar ibu yang juga aktif mengajar ngaji ini.
Kepala Sekolah SD Negeri 015 Grogol Selatan, Jakarta Selatan, Cicih Sulastri, mengatakan pendidikan SD fokus pada pembentukan sikap sesuai kurikulum tahun depan.
"Kalau sikapnya bagus, insyaallah knowledgenya juga akan bagus," ujarnya.
Cicih berpendapat rencana Kemendikbud ada positif dan negatifnya. "Ya kalau memang anak tidak mampu, ya biarkan dia untuk belajar ulang, cuma secara psikologis memang ada rasa minder. Plus minusnya pasti ada," pungkas dia.(viz)
Kebijakan itu dinilai menimbulkan ketidakseimbangan antara anak berprestasi dengan anak yang kurang berprestasi.
"Mau anak itu bandel, nakal, enggak akan jadi masalah, pasti naik, Kasihan anak yang berprestasi," ucap Maesaroh, salah seorang wali murid di SDN 015 Grogol Selatan, Jakarta Selatan, Selasa (3/12).
Menurut dia, kebijakan itu akan membuat anak semakin kesulitan menangkap pelajaran. Hal ini tentu saja membuat tugas orangtua dan guru menjadi semakin sulit.
"Gimana mau bisa, yang pertama aja gagal, ini sudah harus menangkap pelajaran yang lebih sulit," ujar ibu yang juga aktif mengajar ngaji ini.
Kepala Sekolah SD Negeri 015 Grogol Selatan, Jakarta Selatan, Cicih Sulastri, mengatakan pendidikan SD fokus pada pembentukan sikap sesuai kurikulum tahun depan.
"Kalau sikapnya bagus, insyaallah knowledgenya juga akan bagus," ujarnya.
Cicih berpendapat rencana Kemendikbud ada positif dan negatifnya. "Ya kalau memang anak tidak mampu, ya biarkan dia untuk belajar ulang, cuma secara psikologis memang ada rasa minder. Plus minusnya pasti ada," pungkas dia.(viz)

0 komentar:
Posting Komentar